Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Hari itu tanggal 9 September 2012.
Tugas PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) mengharuskan kami untuk membuat makanan khas dari Jawa Barat.
setiap kelompok terdiri dari 6 orang.
kelompok aku adalah :
1. Ahmad Rif'at (Pe'at)
2. Anwar Nurmawan (Awang)
3. Mirza Noorfathya Khairunnissa (Pemirja)
4. Muthi'ah Khoirunnisa (mirza mah bilang aku mumuth :D)
5. Nur Habibah (Bebeh)
6. Nurmi Asri Yati (Numi)
kelompok kami memutuskan untuk menajikan Tahu Gejrot Khas Cirebon.
untuk mendapatkan resepnya kami mencari tahu melalui pedagangnya langsung.
kebetulan ada tetangga Numi yang yang jualan Tahu Gejrot.
tugas itu diberikan pada hari Selasa, 18 September 2012 dan di presentasikan minggu depannya (25 Sept '12)
kami memutuskan untuk membikinnya hari sabtu (9 Sept '12) ya karena kami rasa hanya hari itu waktu luangnya.
sebelumnya kami telah mem-planning kegiatannya. dimana pulang jam 1.00 setelah itu langsung menuju rumah numi, tapi tanpa disangka hari itu juga ada remedial TIK yang kebetulannya juga hampir dari kami semua di HER, kecuali awang. so, kami rasa mungkin untuk remedial TIK memerlukan waktu sekitar setengah jam. dan waktu kami untuk mengerjakan tugas juga masih ada.
tepat pukul 12.00 kumandang adzan pun berbunyi, adzan Dzuhur.
berbarengan setelah itu, ada pengumuman yang kurang lebih berbunyi
"Bagi seluruh siswa siswi SMA N 1 Krangkeng, setelah dzuhur nanti akan diadakan pelatihan upaca bendera untuk LTUB (lomba tata upacara bendera). oleh karenanya sekarang diharapkan bagi seluruh siwa untuk melaksanakan sholat dzuhur terlebih dahulu"
WAAA.... LATIHAN UPACARA BENDERA????
bibah dan pe'at saat itu memang ditugaskan sebagai petugas upacaranya, jadi kami semuapun mengundurkan waktu untuk mengerjakan tugas PLH tsb.
latihan upacara dimulai setelah semua siswa berkumpul.
latihan upacara pun selesai, aku lupa saat itu jam berapa. tapi kurang lebih sekitar jam 2-3an.
ternyata, bibah dan pe'at masih ada keperluan setelah latihan upacara selesai, jadi kami memutuskan yang mengerjakan hanya aku, numi dan mirja. si awang aku suruh ngga ikut aja soalnya kasian barangkali dia malu cowok sendiri.
aku, mirja, numi berangkat menuju karangampel naik Elp, setelah sampai di karangampel kami bertiga naik beca menuju kerumah numi di gang 6.
sesampainya di rumah numi, kami ngga langsung mengerjakan tugas, melainkan mengobrak abrik kamar numi yang dipenuhi dengan poster SUJU, ituloh boyband Korea yang sedang naik daun. Numi punya banyak majalah dirumahnya, dia beli majalah bukannya untuk dibaca, hanya untuk mendapatkan podter podter suju saja. heleh heleh..
diantara tumpukan majalah itu aku menemukan poster Yoo Seung Ho. ituloh pemeran Chan, idola aku :D. ya sontak aku mintain itu poster hahaaa... meski harus sedikit memaksa.
ehh lagi asik asiknya kita ngledah kamar numi, numi bilang didepan ada pe'at bibah sama awang. mereka naik 2 motor.
"yaelah dateng keding" dalam hatiku.
setelah mereka yang baru dateng telah masuk ke rumah numi, ya biasalah kami ngobrol ngobrol dulu, dan aku menunjukan poster Chan ke bibah, bibah yang juga suka sama Chan sontak menjerit dan menciumi poster itu. dia juga pengen banget poster itu tapii udah keduluan aku :p
haha..
setelah itu adzan ashar berbunyi..
kami sholat berjamaah di musholla terdekat.
ketika sampai di musholla itu ternyata pintunya terkunci. jadi kami sholatnya di teras musholla. keadaan teras yang penuh debu.. jadi kita harus menyapunya terlebih dahulu. setelah itu kami semua berwudlu dan melaksanakan sholat berjamaah dengan imam Rif'at.
setelah sholat ashar kami menyiapkan bahan bahannya. karena masih ragu dengan perbandingan bahan bahannya kami pergi menemui penjualnya. disana kami bertanya tanya seputar bahanya dan sedikit mencicipi kuah tahu gejrot yang telah jadi. tidak lupa ketika pulang dari tempat itu si awang berfoto disamping dongdangan tahu gejrotnya :D ahah awang awang.
setelah itu kami membeli bahan bahnnya di warung terdekat.
abis itu ya kita ngeracik sesuai yang dianjurkan, *yang sebenenya bagi aku mah kurang jelas. masa penjualnya bilang ini secukupnya itu secukupnya bla bla secukupnya. secukupnya itu berapa siiihhh???*
akhirnya dengan modal nekat kami menggunakan tips 'secukupnya' :D
kami semua terjun ke dapur. sampe sampe si pe'at sama awang juga ikut masak. haha..
mereka ikut ngulek, ngupasin bawang dan lain lain...

ditengan keseriusan kami *ehh engga serius ding malah kami bercanda terus* kami juga saling terbuka masalah ini itu haha kebongkar deh.. :p
setelah kuah tahunya jadi kami semua menyicipinya...
dan hasilnyaaaa....... hueeekkkkk bawang putih sama kayu manisnya kebanyakan :D
so, sebagian melepehkannya kembali. hihi jorok.!
yaudah kita tambahin airnya lagi dan ditambah sedikit perasan jeruk nipis hasilnya yaah agak mendinglah dari yang tadi.

karena waktu sudah semakin sore, yahh mendekati jam 5 lah. kami penegn langsung pulang aja. secara rumah aku sama mirzanya jugajauhkan???
setelah membereskan peralatan yang tadi digunakan, kami semua pulang dari rumah numi.

untuk menuju ke karangampelnya, aku naik motor sama bibah, mirza sama awang. dan setelah awang mengantarkan mirza ke simpang 3 dia balik lagi untuk menjemput pe'at.
aku sama mirza mah udah langsung menuju ke terminal.
ditengah jalan ada yang jualan martabak mini. wuiih kayanya enak tuh, harganya pun murah. cuma Rp.1000,- tebal juga kok dagingnya.
aku sama mirza beli martabak dulu.. aku pesen 2, yang rasa coklat sama rasa selai blueberry.
mirza juga pesen 2, rasa coklat sama selai strawberry.

aku inget, aku harus mengantarkan baju dulu kerumah saudara aku yang ngga jauh dari situ, so, kita kesana dulu.
abis itu kita langsung stand by di depan jalan raya untuk menunggu elp. sore itu jam setengah 6.
setelah elp datang, aku sama mirza duduk kursi paling belakang dengan aku duduk di dekat jendelanya sambil sepanjang jalan aku mencari cari someone yang mungkin aja lewat. hihi.. ternyata ngga ada :p.

oiya dijalan juga kami sambil menyantap martabak mini yang tadi kami beli sambil saling berbagi kebahagiaan.. mmmm.....

the end

date Sabtu, 29 September 2012

ekhmm.. ceritanya sekarang aku udah pindah tempat tinggal, yang semula di karangampel jadi ke celancang.
dan itu membuat ongkos mobil bertambah. yang biasanya hanya Rp.2000,- pulang pergi, sekarang jadi Rp.3000,- sampai Rp.4000,- PP.
bukan hanya ongkos yang berubah tapi jadwal juga tentunya.
dimana tempat tinggalku sekarang lebih jauh jaraknya ke SMA.

langsung ke inti permasalahan, aku harus berangkat lebih pagi.. yang biasanya aku berangkat jam 06.30 sekarang harus jam 06.00 maksimal. karena kalo berangkat lebih dari jam segitu bakalan ngga dapet elp. penuh.
waktu tempuh antara rumah orang tuaku *yang sekarang* ke SMA sekitar 30-45 menit.

pernah waktu pesantren kilat aku terlambat dateng ke sekolah.
ceritanya aku berangkat dari rumah jam 06.45 (selama bulan ramadan masuknya jam 07.30) terus lamaaaaa banget dapet elpnya. sekalinya dapet, tu elp sering berhenti. nah di tengah perjalanan, elp itu ngisi angin dulu. astaghfirullah.... tambah lama deh. firasatku udah ngga enak, bakalan terlambat nih. tapi untungnya di elp itupun ada anak dari sneker yang aku ngga tau itu siapa. yah walaupun telat seengganya ada temennya lah haha :D

setelah sampai depan sekolah, bener aja sepi banget. udah masuk.!!
so, kita yang terlambat terlambat dihukum buat bersih bersih.


cerita lainnya,

pagi itu tanggal 29 Agustus 2012. aku berangkat dari rumah jam 6 kurang, dengan berpakaian olahraga, karena emang pelajar pertamanya adalah olahraga.
ditempat biasa aku menunggu elp. tapi ngga ada satupun elp yang lewat. beberapa lama kemudian. ada mobil berwarna ke perakan gitu mundur  (mungkin tadinya udah lewat, cuma aku ngga ngeliat) dibukalah kaca depannya dari dalam dan terlihat.... *kaya kenal.!! siapa ya?? setelah aku perhatiin baik baik *ya ampun mbak sri.!! ituloh mbak OSIS yang baik banget.
"sini masuk de, ikut aja"
*wow dalam hati tumpangan gratis. makasih mbak. :)
pas aku masuk ke dalam mobil, mmm wangi banget mobilnya, bersih, ber AC lagi. dannn......
kaliat tau siapa yang menyetir mobil itu????? Bapak TRI BAWONO.
bapak guru yang dikenal dengan ketegasan dan kegalakannya di SMA. *tapi menurut aku sih engga, haha orang aku belum pernah dan jangan sampe buat masalah di sekolah. yah kecuali yang terlambat itu. dan perlu diketahui, dari awal masuk sekolah sampai saat itu aku baru 2 atau sudah 2 kali ya terlambat??haha*

kembali ke dalam mobil, di dalam mobil bermerek Taruna itu kini ada 3 penumpang. Bapak Tri sebagai pengemudi, mbak Sri yang duduk di samping Pak Tri, dan aku duduk di belakang pak Tri.
mobilnya sangat nyaman, ditambah full music lagi. yah walaupun musiknya dangdut. tapi beneran deh super nyaman.
beda banget sama elp yang harus sesek sesekan, bau bensin yang menyengat, belum lagi kalo suka berhenti jalan berhenti jalan. enek banget.

di jalan mobil pak Tri berhenti lagi untuk menumpangi siswa sneker juga. ada mba kelas XII yang aku ngga tau siapa namanya. dia duduk di samping aku. mobilpun melaju kembali.
dipegagan mobil berhenti lagi, eh ada Mirja no or fatiah hairunisa. wow banget.
dia juga ikut naik sama 2 orang lainnya (2 orang lainnya itu kelas X) mereka bertiga duduk di jok belakang.
mobil pun melaju kembali...
tinggal satu jok yang kosong. ditengan. dan mobilpun berhenti kembali untuk menumpangi 1 penumpang lagi. setelah itu mobil melaju sampai SMA.



besok besoknya (hingga sekarang) kalau nunggu mobil aku lebih fokusin nyari mobil taruna warna perak, ketimbang elpnya hahaaaaa :D
aku berharap ada tumpangan gratis lagi. :D

date Minggu, 16 September 2012

Ngomong-ngomong masalah sangu atau uang jajan, ini ni persejarahan sangu aku :

1. Ketika TK :
Semester pertama, aku sekolah TK di TK Alief, Bandung. yang saat saat ini aku juga udah lupa lupa ingat. dan entah berapa uang jajan ku saat itu. Menginjak ke semester berikutnya, aku dan keluarga pindah ke Karangampel, Indramayu. dan aku dipindahkan ke TK Melati. aku ingat betul ketika awal masuk, siswa-siswa disana lagi mewarnai gambar, akupun langsung diberi selembar kertas bergambar dan pulas oleh ibu guru disana yang kebetulan adalah saudara aku sendiri. Kita lupakan masalah ini, langsung saja.uang jajanku saat itu sebanyak Rp.500,-. Saat itu juga, aku dimasukan ke madrasah dekat rumah oleh pamanku yang sekaligus menjadi pengajar disana. aku yang ngga tau apa apa yaa ikut aja. awalnya sih aku ngga mau, tapi karena pamanku juga bilang kalau Rahman (saudara plus satu anggkatan plus 1 sekolahan*tk*) juga ikut madrasah disitu, yaudah aku ikut aja.

ternyata *kalo ngga salah* aku sama rahman adalah siswa termuda..
yang lain udah pada SD, nah kita masih TK berdua.
belum lagi si rahman ngadat berangkatnya.
lepas dari itu semua. SD ku pindah ke SDN 1 Purwawinangun. so, aku juga ngga ngelanjutin madrasahnya.

2. SD kelas 1-4
Aku masiih ingeeeeetttt banget as jaman jaman iku uang sakuku cuma 500 perak. uang 1000 itu udah banyak banget. kalo diinget inget lagi, aku dulu jajan apa aja ya dengan uang segitu. mainan banyak, jajan yaa ngepas ngepasin.
jajan favorit saya dulu :
a. krupuk yang berbentuk ikan-ikanan. diwadahin plastik kecil terus dikasih sambelll... wuiiih enak banget tuh. harganya Rp.100,- perbungkus.

b. Es Buntel. kenapa dikasih nama es buntell?? karena ya dibuntel gitu kali ya?
bahan utamanya teh yang dimasukan kedalam plastik lalu plastik itu diiket tanpa menggunakan karet terus dibekukan deh. baru dijual. aku masih inget, yang jualannya itu namanya Bi Mas. Ibu lansia yang setia nungguin kami *siswa* milih-milih jajanan sampe lamaaa bangte tapi yang dibeli cuma sedikit :D.
harga es ini juga Rp.100,-.



c. Aci Goreng.
Gorengan ini merupakan sebongkah aci yang berbentuk persegi panjang. nah sebelum digoreng kita bisa membentuk aci itu sesuai kemauan kita. bentuk yang paling sering saya buat adalah kepiting. ini juga ngga kalah murah, harganya cuma Rp.100,-.

apaaa lagi yaa??? aku rasa cukup tiga besar aja kali yaa? kaya juara lomba lomba gitu, kan biasanya yang diumumin cuma 3 besarnya.
oiya, saat itu harga permen masih Rp.50,-
sekarangg???? ada yang Rp.500,- dapet 4 ada juga yang yang dapet 3 --''

3. kelas 5 SD
nah baru kelas 5 ini uang sakuku naik, sebanyak Rp.500,- jadi total uang sakunya Rp.1000,-
uang jajan nambah otomatis jajanan yang dibeli pun berubah. mulai saat itu aku suka beli gorengan yang uapake petis itu loh. dan yang sering saya beli adalah tempe berlapis aci yang digoreng setengah mateng. apalagi makannya pas anget anget paake petiiiiihhhh... sedaaaapppp banget lah.
sampe saat ini saya masih sering kangen sama makanan tersebut dan belum ada yang menggantikannya.
harganya juga Rp.100,- per 1 buah. murahmeriah. yang membedakan adalah kuantitasnya.
aku biasa belinya 3 buah. hehe
kalo istirahat ni ya, harus rela nunggu lama lama. soalnya banyak yang ngantre.

4. kelas 6 SD
Saat itu uang sakuku Rp.1500,-. Itu berarti, kenaikannya pun masih sama seperti sebelumnya.
aku rasa ngga ada yang spesial mengenai uabg sakuku di tahun itu.

5. SMP kelas 1-3
nah disini nih lonjakannya sangat tinggi. sanguku beralih menjadi Rp.5000,-

6. SMA kelas 1
apalagi ini, jadi Rp.10.000,-. dipotong Rp.2000,- untuk transportasi


Yahhh... begitulah.
dari situ aku bisa melihat memang betul kata ilmu ekonomi yang mencetuskan penghasilan sebanding dengan kebutuhan.
dan dari aku kelas 1 SD sampe 1 SMA bedanya 10 tahun. dan lonnjakannya sangat pesat banget.
sebagai contoh, harga minyak tanah. dulu *jaman SD* aku sempat *eh ibu aku ding* aku sempat buka warung gitu.
nah harga minyak tahan perliternya dulutuh Rp.1500,- sekaraaannnggg?? mahal. udah gitu jarang ditemuin lagi.

gimana nanti nasib anak cucuku ya??


date Kamis, 05 Juli 2012


Dalam memperingati Hari Kartini, sekolah kami mengadakan berbagai macam lomba, yang diantaranya Nang-Nok Sneker (modifikasi dari kartini-kartono), membaca puisi dan menggambar kartini. Bagi siswa perempuan, diwajibkan untuk mengenakan kebaya lengkap dan bagi siswa laki-laki diwajibkan mengenakan baju batik. Peringatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 April –nya. Tanggal 21Aprilnya justru digunakan untuk audisi perpisahan kelas XII.

Sedikit Tentang Audisi
Audisinya diadain di tengah lapangan, mungkin dengan fikiran seandainya mereka tidak terpilih untuk tampil di Perpisahan kelas XII, merekapun sudah tampil di depan teman-temannya. Banyak banget yang ikut audisinya dari mulai nyanyi solo, ngeband, dance, tari tradisional, sampai ensambel musik.
Prosentas penampilannya yaitu, 60% dari kelas XII dan 40% dari kelas X dan XI. Jadi yaa audisinya begiru ketat untuk kelas X dan XII.

Menurut aku mah penampilan-penampilan mereka bagus-bagus semua. Secara aku ngga punya nyali dan keahlian seperti mereka.
Aku sendiri selama pelaksanaan audisi kebanyakan di dalam kelas, tiduran, mainan, dan lainnya. Males aja gitu nonton di bawah teriknya matahari. Silau. Buat pantat gosong.

Perjuangan Mendapatkan Baju Kebaya
Ketika diberitahukan oleh OSIS untuk memakai kebaya, langsung 2 pertanyaan yang ada dipikiranku ‘darimana aku mendapatkannya??’ dan ‘ngapain aja nanti??’
Waktu perpisahan SMP yang juga disuruh make kebaya, walah nyari kesana kemari, survey di berbagai macam salon. Dan hasilnya. ‘tidak ada yang istimewa’. Nothing special.
Sekarang berfikirnya, ngapain ribet-ribet nyari? Toh seandainya aku ngga pake kebaya ke sekolah juga ngga akan diusir kan dari sekolah? Kalaupun diusir yahh bebas deh dari hari itu. Ya ngga??

Pertanyaan pertama terjawab sudah. Yah benar saja, aku hanya bercerita dengan orang-orang sekelilingku saja sudah ada respn dari mereka. Dari mulai yang menawarkan baju kebayanya sampai di yang make up-in nya. Wow satu kali dayuh, dua tiga pulau terlalui. Jelas langsung aku terima tawarannya. Udah gitu gratis ngga usah bayar. Rejeki emang kali ya.
Namun, karena saking banyaknya yang menawariku, aku bingung. Baju-baju kebaya itu harus melewati babak eliminasi terlebih dahulu. Dan akhirnya aku memilih satu set kebaya, atasan berwarna cokelat, bawahan coklat keemasan dan kerudung double hitam dan cream keputihan *awalnya*

And now, the second question. Kita ngapain aja sih selama perayaannya?? Kalo tidur-tiduran di dalam kelas ngga mungkinkan? Udah make make up, make kabaya pula. Duduk di tengah lapangan gitu?? Mungkin bagi yang mengikuti lomba agak disibukan dengan lombnya. Sementara yang engga gimana coba?? Nganggur?? (terutama cewe nih) duduk manis di dalam kelas sambil ngaca terus ‘make up gue bener nggaa??’
Sesuatu bangetlah kalo gitu.
Pertanyaan ini mungkin akan terjawab setelah pelaksanaan.

Chating Dengan Ade Laelissiyamah
Diantara teman-teman aku, yang paling  ribet menghadapi hari ‘H’ nya adalah ade. Hamper tiap malem dia sms nanyain soal kebaya, dandanannya, ininya, itunya, sampe gimana dateng kesekolahnya. Ya maklum lah ya, mungkin sangat berarti banget untuk dia.
Tapi dengan obrolah itu, kita banyak saling curhat. Terutama masalah kegalauan dan asmara. Sampe tau ngga sih? Waktu malam minggu (21-4-12) aku tidurnya jam setengah 4 pagi dan bangun yang setengah 6!!. Dan gara-gara itu juga pulsa ade sampai habis. Whahahaa :D

Perwakilan Lomba
Dari kelas aku, inilah data perwakilannya :
1.      Nang-nok Sneker         : Anwar Nurmawan-Ismatul Maula (23-4-12)
2.      Puisi                             : Nur Habibah (21-4-12)
3.      Menggambar                : Diragukan (23-4-12)
Pada awalnya aku ingin mengikuti lomba meggambar ini namun Mirza juga ingin mengikutinya. Jadi karena akunya juga ngga enakan sama Mirza, aku biarin dia yang ikut. Tapi ketika 3 hari sebelum pelaksanaan, Mirza bilang ke aku kalau yang ikut lomba menggambar aku aja, soalnya Bibah ngundurin diri dari Puisinya. Dan dia ingin menggantikan Bibah. Jelas aku terima aja tawarannya. Akunya juga pengen sih.
Besoknya diumumin kalau lomba puisi diadakan hari itu, Mirza yang ngga punya persiapan apa-apa dadakan membuat puisi. Dan dia juga bilang kalau dia belum siap. Bibah yang sebelumnya memang sudah membuat puisinya, memutuskan untuk maju saja, karena *sepertinya* Mirza juga ingin seperti itu.

Sekarang, Mirza ngga ikut lomba apa-apa. Akunya juga taulah dia pengen banget berpartisipasi dalam kegiatan itu. Jadi aku kembaliin lagi deh kepercayaan kelas untuk memilih dia sebagai wakil lomba menggambar. Tapi dia bilang kalau dia juga ngga siap *aku ngga tau deh ini beneran ngga. Soalnya bagiku dia itu professional penggambar*. Akhirnya aku bilang aja, ‘kita sama-sama berusaha aja’
Akupun berusaha untuk belajar menggambar Kartini dan membuatnya semirip mungkin dengan aslinya, without pict.

Kabar baru dateng lagi, kalau menggambarnya itu ngga boleh make spidol dan krayon harus menggunakan pensil warna. Ya ampuuunn… padahal dua senjata itu yang aku andalkan. Tapi ya sudahlah, itu sudah menjadi kesepakatan panitia.
Aku yang ngga punya pensil warna, nyari kesana-kemari. Minjem pensil warnanya. Dan akhirnya dapet juga deh dari Rahadian Dinur Rahman dan Ade Laelissiyamah.

Hari Pelaksanaan
Malam hari sebelum pelaksanaanya, aku persiapin segala sesuatunya untuk besok. Dan tidur tepat jam setengah satu malam. Karena aku yang ngga biasa tidur larut malam ditambah hari sebelumnya aku hanya tidur 2 jam saja, aku agak sedikit pusing dan pada hari ‘H’nya aku bangun kesiangan. Jam 6 kurang. Akupun langsung siap-siap dan langsung menuju rumah saudaraku yang baik hati menawarkanku make up gratis.

Sampai disana, sudah ada kakak kelas yang dateng terlebih dahulu dan terlihat sedang di make over. Akupun harus menunggu *lagi*. Tik tok tik tok. Baru jam 7 kurang giliranku untuk di make over. Aku yang baru mulai di make over mendapat sms dari sahabatku, Istiqomah. Dia bilang kalau dia udah ada di sekolah dan ternyata disana masih sepi, dia nanya balik ke aku kapan berangkat? Ya aku jawab aja masih lama. Yongan akunya aja baru mau di make over.

Selesai make over sekitar jam 7 lebih, aku berganti pakaian dan tinggal megenakan kerudung. Ketika sudah selesai, aku kurang suka dengan model kerudungnya yang menurutku terlalu ketat. Sehingga aku meminta untuk hanya memakai satu kerudung saja dan memasukannya ke dalam baju. Tapi ternyata hasilnya lebih parah, karena pada bagian punggungku ada semacam gundukan dari kerudung itu. Akhirnya kita mencari-cari model yang yang cocok. Kebanyakan aku ngga suka modelnya. Setelah melihat jam, ternyata sudah jam 8 kurang 15 menit, ya ampuuun bisa terlambat dong aku mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan pada pukul 8 kalau masih lama mencari model-model kerudung yang akan aku pakai. Akhirnya aku memutuskan mengenakannya seperti biasa saja. Tidak di beri motif khusus.

Akupun berangkat menuju sekolah diantar oleh Bibi Deni Widyaningsih dengan menggunakan motor. Selama diperjalanan, begitu sepi. Tidak ada teman yang senasib denganku. Yahh.. terlambat dong, fikirku. Tepat di jalan sebelum sekolah, aku berpapasan dengan 3 orang teman sekelasku. Ruwi, Indah Firda Zhulfiah dan Dwi Nurdian Nirmala. Selamat!! Ada temennya. Benar saja, kami dateng kesekolah dengan terlambat. Upacaranya sudah dimulai. Ketika kami dateng, saat itu sedang pengibaran bendera. Dian yang sebelumnya telah ditugaskan sebagai Pengatur Upacara buru-buru ingin memasuki lapangan. Aku dan kedua temanku tidak mau karena aku fikir, mau baris dimana?? Nyeruntul-nyeruntul di antara komponen-komponen yang sedang hormat pada bendera gitu? Terus disaat oubade menyanyikan lagu Indonesia Raya, kami harus bilang ‘permisi.. permis… kami mau lewat. Kartini kesiangan mau lewat’ gitu???
Dari kejauhan terlihat Mas Kop yang sedaaangg…. (ngga tau deh saat itu sedang apa). Dia berada di depan kantin ceria. Akhirnya kita menghampirinya dan menanyakan bagaimana barisnya? Iapun menjawab ‘udah tunggu sini aja’.
Selamat..selamat ngga ikut upacara. Tapi ya ngga ada kesan upacara hari kartininya. Coba aja saat itu aku ngga kebingungan mencari model karudung pastinya belum terlambat. Tapi nasi telah menjadi bubur.. semuanya telah terjadi, namun buburnya juga masih bisa dimanfaatkan.
Kami berempat akhirnya stay in Kantin Ceria. Dan ngobrol ngalor ngidul dengan Ibu Kantin yang Super Gaul. Ternyata dia juga membuka salon di rumahnya. Jadilah penampilan kami dikomen oleh Ibu Kantin dan Ia aga sedikit merubahnya, begitupun dengan kerudungku, ia memberi sedikit motiv. Mungkin bila tidak terlambat aku tidak akan mengetahuinya dan mendapatkan salon dadakan.

Upacara pun selesai..
Dan mulailah kegiatan-kegiatannya. Benar saja, kita hanya nganggur di dalam kelas. Ditambah kursi-kursi di dalam kelas disuruh dikeluarin. Huaaahhh.. terpaksa deh harus ke luar kelas. Akhirnya, Mirza Noorfathya Khairunnisa –lah yang menjadi wakil kelas kami. Good luck Mir, semoga keberuntungan di pihak kamu!!
Begitu terasa waktu silih berganti (kerasanya lamaaaa banget) akhirnya jam 12 siang, dengan berakhirnya kegiatan, kamipun boleh pulang. Tapi sebelumnya aku ganti baju terlebih dahulu. Malu lah masa naik angkutan umum dengan masih mengenakan kebaya lengkap dan masih make make up..

Hari itu ditutup dengan shopping kecil-kecilan di pasar Karangampel bersama Mirza :D






#OP (Original Post) : 24 April 2012

date Sabtu, 28 April 2012

Blog ini berisi pengalaman-pengalamanku dan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupanku

Labels

  • Pengalaman